Apakah Dharma Itu?
Lama Zopa Rinpoche, dilahirkan di Thami, Nepal pada tahun 1946. Pada usia tiga tahun, ia dikenal sebagai reinkarnasi dari Lama Lawudo, yang tinggal di Lawudo, berdekatan dengan rumah Rinpoche Thami. Penjelasan Rinpoche sendiri tentang mengenai masa kecil beliau terdapat di buku THE DOOR TO SATISFACTION (Wisdom Publication)
Pada usia sepuluh tahun, Rinpoche pergi ke Tibet, belajar dan bermeditasi di Bara Rinpoche Domo Geshe di dekat Pagri, sampai ketika penguasaan China atas Tibet pada tahun 1959, memaksanya meninggalkan Tibet ke Bhutan demi keselamatan beliau. Rinpoche lalu pergi ke kemah penampungan di Buxa Duar, Bengal Barat, India, di mana beliau bertemu dengan Lama Yeshe, yang kemudian menjadi guru terdekatnya. Lama kemudian pergi ke Nepal pada tahun 1967 dan beberapa tahun kemudian mendirikan Biara Kopan dan Lawudo. Pada tahun 1971 Lama Zopa Rinpoche memberikan retreat Lamrim yang pertama. Retreat ini kemudian menjadi retret tahunan yang terkenal yang terus berlangsung hingga kini di Kopan.
Pada tahun 1974, dengan Lama Yeshe, Rinpoche mulai keliling dunia untuk mengajarkan dan mendirikan
pusat-pusat Dharma. Ketika Lama Yeshe meninggal pada tahun 1984, Rinpoche menggantikan menjabat sehagai ketua FPMT, yang kemudian terus berkembang di bawah kepemimpinan Rinpoche yang tiada bandingnya. Detil selanjutnya mengenai riwayat hidup dan karya Rinpoche.dapat ditemukan di situs FPMT, www.fpmt.org. Ajaran Rinpoche lain yang diterbitkan termasuk di dalamnya WISDOM ENERGY (dengan Lama Yeshe), TRANSFORMING PROBLEMS, sejumlah transkrip dan booklet praktik [puja dan meditasi] trsedia di www.wisdompubs.org.
Bahasa Sansekerta "Dharma" merujuk pada sesuatu yang membimbing atau menyelamatkan batin kita dari penderitaan. Namun bagaimanapun juga, ada beribu-ribu macam penderitaan dan bahkan dari tiap penderitaan ini ada berbagai macam jenisnya. Sebagai contoh penyakit, ada ratusan jenis penyakit yang kenal.
Dengan begitu banyaknya jenis penyakit, maka ada ratusan pula jenis obat. Tapi dari semua jenis obat itu, tujuannya hanyalah untuk mengobati penyakit dan membebaskan orang dari penderitaan penyakit -dan demikianlah halnya dengan semua obat-obatan yang lain. Soma halnya dengan Dharma, terdapat ribuan jenis praktik Dharma, namun apapun jenisnya, kesemuanya itu adalah Dharma.
Tetapi efek dari obat luar sangatlah jauh berbeda dengan efek Dharma; seperti halnya langit dengan bumi. Obat luar hanya mengobati secara sementara -mereka hanya menawarkan kesembuhan yang sifatnya sementara; obat luar tidak menyembuhkan penyakit untuk selamanya. Obat-obatan dapat menyembuhkan penyakit untuk sementara waktu, namun tidak dapat mencegah penyakit tersebut kambuh kembali. Hal ini mudah untuk dipahami; ini merupakan pengalaman yang umum dialami dan menunjukkan bahwa sifat, penyembuhkan dari obat-obatan hanyalah sementara waktu, bukan sebuah cara yang ampuh .
Terkadang obat-obatan bahkan tidak berfungsi sama sekali, hanya menyelesaikan sebagian dari masalah, tetapi menyebabkan munculnya
permasalahan fisik atau mental yang lain. Obat-obatan bukanlah suatu cara yang ampuh untuk mengatasi penyakit.
Efek dari Dharma sangatlah berbeda. Seberapa lama pun Anda mempraktikkan Dharma, Anda akan selalu dapat merasakan manfaatnya. Tubuh, ucapan, dan batin Anda menjadi lebih murni dan oleh karenanya, tidak akan membahayakan tubuh ataupun batin Anda -kecuali, tentunya jika Anda mempraktikkan Dharma yang salah, yang dapat membawa Anda ke dalam masalah.
Beberapa orang mengkonsumsi obat agar merasa lebih baik. jika seseorang tetap mengkonsumi obat-obatan, dengan harapan bahwa obat-obatan tersebut selalu mampu memberikan efek yang sama setiap saat, is akan membuat dirinya sendiri menjadi gila atau jika tidak ia akan membahayakan hidupnya sendiri. Obat-obatan semakin lama akan membuat batin seseorang menjadi semakin tidak
sadar, tubuh dan batin menjadi kurang terkontrol dan membahayakan kehidupan kita sebagai manusia yang berharga.
Praktisi Dharma tidak membutuhkan obat. Ketergantungan mereka akan obat-obatan telah usai. Obat-obatan hanyalah bagi mereka yang
batinnya terbatas, mereka yang tidak pernah mengenal Dharma atau arti dari hidup ini, mereka yang tidak punya pemahaman akan kehidupan lampau dan kehidupan yang akan datang, mereka yang hanya mempercayai fenomena terbatas yang mereka fihat di harapan mereka saja.
Seperti halnya semua hal biasa yang kita lakukan sehari-hari untuk melindungi diri kita dari penderitaan, hal yang sama yang juga dilakukan oleh hewan, adalah semata-mata sebuah cara penyelesaian yang sementara. Makan, minum, berpakaian, bekerja tidak ada satu pun dari kegiatan itu yang mcrupakan cara ampuh untuk dapat mengakhiri semua penderitaan untuk selamanya.
Setinggi apapun kita membangun secara materi dan teknologi, tidak ada satu pun dari hat ini yang dapat mengakhiri penderitaan.
Pada jaman dahulu, jauh sebelum perkembangan materi yang modern, orang telah mengalami masalah. Manusia-manusia pertama di bumi telah mengalami banyak masalah-masalah mental, masalah kehidupan, penderitaan, kekecewaan. Sekarang ini, bahkan terdapat lebih banyak kebingungan, perseteruan dan penderitaan. Selama berabad-abad, penderitaan meningkat jauh lebih pesat dibandingkan dengan kedamaian. Seseorang hanya perlu memperhatikan sekeliling untuk melihat kenyataan ini. Sekali lagi, hal ini menunjukkan bahwa perkembangan materi luar bukanlah solusi yang ampuh untuk penderitaan. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang hilang, bahwa perkembangan materi semata-mata tidaklah cukup. Di sini saya tidak mengatakan bahwa perkembangan materi dan ilmu pengetahuan adalah hat yang buruk; saya hanya menggambarkan apa yang terjadi di sekeliling kita.
Mengapa obat-obatan dan segala hat yang kita lakukan tidak mampu untuk mengakhiri penderitaan? Karena semua hal itu, tidak
mempengaruhi sumber dari masalah. Hal ini membuktikan bahwa sebab utama dari penderitaan bukanlah berasal dari lingkungan luar. Hal ini sangatlah penting. jika seseorang memahami hal ini, berarti ia memahami inti dari Dharma. Hal ini juga memhuktikan bahwa yang selama ini kita lakukan, tidaklah menyentuh akan dari penderitaan. Mengapa semua tidak mampu memutuskan semua penderitaan dan
penyebabnya? Karena, penyebab dari penderitaan datangnya bukanlah dari kondisi luar, melainkan datang dari batin kita sendtri.Baik kita manusiayang berjalan di atas tanah, ataupun cacing di dalam tanah, ataupun serangga di udara, penyebab
penderitaan adalah dari dalam pikiran kita sendiri. Oleh karenanya, kita tidak dapat terbebas dari penderitaan fisik maupun mental, dengan masuk ke dalam tanah ataupun terbang ke bulan.
Berusaha menyelesaikan masalah dengan pergi ke tempat lain dan bukannya memerangi akar permasalahan, sama halnya seperti kita berlari untuk menghindari diri dari sakit perut. Alih-alih meringankan penderitaan, kita malah membuat diri kita lelah dan lapar. Kita mungkin berpikir contoh ini bodoh dan kekanak-kanakan, tapi sebenarnya ini justru secara nyata menggambarkan apa yang kita lakukan selama ini. Kita melakukan hal yang sama, hanya saja kita tidak menyadarinya. Lari dari penderitaan dengan menggunakan kereta atau pesawat dan bukannya berusaha untuk mengenali penyebab penderitaan dan menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya, tidak akan pernah efektif.
Metode apa yang seharusnya kita praktikkan, cara apa yang dapat menghancurkan penderitaan dan penyebabnya? Sebuah cara dari dalam dengan kata lain, Dharma. Dharma adalah suatu cara yang bekerja dari dalam (inner method), yang dapat
mengakhiri semua penderitaan dan penyebabnya. "Mengakhiri" di sini maksudnya adalah menyelesaikan semua penderitaan fisik dan mental, sedemikian hingga penderitaan tersebut tidak akan muncul kembali. Cara dari dalam ini, Dharma, tidak dapat dibandingkan dengan cara-cara lain yang sifatnya sementara, karena dengan mempraktikkan Dharma, miliaran penderitaan dan penyebabnya yang berbeda-beda dapat dihancurkan seluruhnya. Dikutip dari Pengantar untuk Kursus Meditasi ke Lima, Lama Zopa Rinpoche, Biara Kopan, Oktober 1973.
Diedit oleh Nicholas Ribush dan dicetak oleh Majalah Mandala, Juni 2001.