Bagaimana
Sikap Buddha Terhadap Orang yang Mencercanya?
Orang jahat
yang memaki orang baik adalah seumpama orang yang menengadah dan meludahi langit.
Ludahnya tak pernah mencapai langit; jatuh berbalik ke mukanya sendiri
Sutra Empatpuluh dua Bagian 8
Jika Saudara dimaki
oleh seseorang, sungguh sukar bagi kita untuk menyadari bahwa lama-kelamaan
semua akan berbalik kepada orang yang memaki kita itu sendiri. Buddha membantu
kita untuk melihat jauh ke depan. Mungkin saudara mengharapkan orang yang memaki
itu memperoleh pembalasan secepat orang yang meludah ke langit. Berhentilah
membuang waktu dengan mengharapkan hal yang demikian.
Kiasan Sang Buddha
menyadarkan kita akan hal penting dalam situasi ini. kalau sedang dicerca, saudara
seperti langit dalam kiasan itu. Apakah langit akan balas meludah kepada yang
mencerca? Tidak. Ludahnya sendirilah yang akan berbalik kepadanya. Begitu pula
yang terjadi jika ada orang yang mencerca saudara. Jangan membalas dengan cercaan.
Janganlah merendahkan diri dengan berbuat serupa. Biarkan daya tarik bumi yang
melaksanakan tugasnya dan kata-kata yang buruk akan mencari jalan pulangnya
ke asalnya. Tak ada yang perlu dilakukan; semua akan terjadi sesuai dengan aturannya.
Kedudukan Buddha
menyebabkan dia menyadari hal ini, Dia sering dicemoohkan oleh petinggi-petinggi
agama yang iri. Dia membiarkan saja. Semua berakhir baik untuknya, bukankah
begitu? (Dan, hei, saudara tidak perlu bangkit bertepuk tangan menyambut kemurnian
ilahi Sang Buddha, cukup menghindar saja dari jangkauan ludah)