HUBUNGAN BUDDHISME DENGAN SAINS

Albert Einstein (1879-1955) dalam autobiografinya mengemukakan bahwa jika terdapat agama yang dapat mengatasi kebutuhan ilmiah modern, agama itu adalah Buddhisme. Katanya pula, agama masa depan akan merupakan sebuah agama kosmis; yang melampaui sesosok Tuhan personal dan menghindari dogma dan teologi, mencakup alam dan spiritual. Agama itu berdasarkan pengertian religius yang tumbuh dari pengalaman mengenai segala sesuatu, alam dan spiritual, sebagai satu kesatuan yang bermakna. Buddhisme memenuhi gambaran ini.

Buddhisme tidak pernah terlibat dalam situasi konflik menghadapi kemajuan sains. Sampai awal abad ke-20 agama Buddha memang hanya berkembang di Negara-negara yang belum mengenal revolusi sains dan teknologi. Baru belakangan in ajaran Buddha memasuki dunia barat. Penerimaan sejumlah ilmuwan di zaman modern terhadap Buddhisme menunjukkan tidak adanya pertentangan dengan pemikiran dan penemuan sains.


Surabaya:
Sekretariat Yayasan Lumbini
Perkantoran Graha Asri
Jl. Ngagel 179 - 183 Blok K - 22
Telpon (031) 566-6122 | Fax (031) 566-2936
SURABAYA 60246
Trowulan:
Maha Vihara Mojopahit, Trowulan, Mojokerto
Telpon (0321) 495-533 | Fax (0321) 496-075
Email:
yayasan@mahavihara-mojopahit.or.id
vihara@mahavihara-mojopahit.or.id