Siapakah
Buddha itu?
Buddha adalah karakter yang paling sempurna yang
pernah muncul dalam sejarah umat manusia ~ menjadi perwujudan dari kesempurnaan
seorang manusia, baik dalam pikiran, kata-kata, dan perbuatan. Beliau merupakan
makhluk yang paling bijaksana dan penuh Betas Kasih yang pernah terlahirkan
di bumi ini, sehingga merupakan teladan yang paling utama. "Buddha"
merujuk pada Buddha Sakyamuniyang tinggal di India Utara lebih dari 2500
tahun yang lalu (sekitar 563 SM). Beliau adalah penemu ajaran Buddha untuk
dunia kita. Beliau adalah seorang pangeran dan pewaris seluruh kerajaan
yang kaya, tetapi memilih untuk meninggalkannya pada usia 29 tahun dalam
usaha pencarian Penerangan Sempurna (penyadaran terhadap sifat sejati segala
sesuatu dan Kebahagiaan Sejati) karena Belas Kasih-Nya kepada semua makhluk.
Setelah
Beliau mencapai Penerangan Sempurna pada usia 35 tahun, Beliau mengajarkan
Kebenaran tanpa mengenal lelah selama 45 tahun kepada mereka yang mau mempelajari
dari Beliau. Beliau meninggal dunia dalam kedamaian Parinirvana pada usia
80 tahun. Hidup-Nya penuh dengan cerita tentang bagaimana Beliau memperlakukan
dan memotivasi orang-orang dengan Kebijaksanaan dan Belas Kasih-Nya.
Apa
yang Buddha Ajarkan?
Ajaran Buddha adalah Kebahagiaan Sejati. Beliau menemukan harta berharga
yaitu kebebasan dalam Kebenaran dan mengajarkan pada kita bagaimana mengikuti
jalan yang akan membawa kita pada harta yang sangat berharga ini. Walaupun
Beliau menunjukkan bahwa kita semua sedang berada dalam kegelapan, Beliau
juga mengajarkan kita jalan menuju cahaya. Beliau berharap kita sadar dari
kehidupan yang penuh dengan impian dan khayalan ini, ke kehidupan yang lebih
tinggi yang penuh dengan Kebijaksanaan di mana semua saling mencintai dan
tidak saling membenci. Seruan Beliau adalah universal, karena Beliau menyerukan
dengan alasan kepada para pencari Kebahagiaan Sejati. Beliau menempatkan
Kebenaran untuk dibuktikan melaiui pengataman-pengataman pribadi, mendorong
setiap orang untuk meragukan ajaran-Nya, Beliau juga percaya bahwa penyadaran
paling besar tumbuh setelah hilangnya keragu-raguan ini. Beliau mengajarkan
pada kita untuk memperhatikan diri kita dan untuk menjadi sadar, melihat
dan mencari Kebahagiaan Sejati seperti yang Beliau lakukan.
Bagaimana
Buddha Menolong Saya?
Buddha adalah seorang yang jenius dalam spiritual karena Buddha telah
mencapai tujuan akhir dari pencarian spiritual, Penerangan Sempurna, oleh
diri-Nya sendiri. Beliau dapat melihat bahwa walaupun kita juga dapat mencapai
Penerangan Sempurna, kita memerlukan banyak bantuan. Karena Belas Kasihan,
Beliau mencurahkan sisa hidup-Nya menjadi pembimbing bagi mereka yang mau
belajar dari-Nya, mengajarkan semua yang harus diajarkan, sebelum mangkat
dalam berkah yang abadi. Beliau terbukti dengan rendah hati menunjukkan
pada kita jalan menuju Kebahagiaan Sejati. Selama kita membuka hati dan
pikiran kita, Buddha selalu memberikan inspirasi pada kita melalui ajaran-ajaran-Nya
yang berharga.
Dimanakah
Buddha Sekarang?
Buddha
dijabarkan mempunyai tiga tubuh (Trikaya) atau aspek kepribadian, walaupun
mereka sesungguhnya satu dalam semua dan semua dalam satu:
1. Tubuh Kesunyataan Buddha
2. Tubuh Cahaya Buddha
3. Tubuh Manifestasi Buddha
Tubuh
Kesunyataan Buddha
Tubuh Kesunyataan Buddha (Dharmakaya) adalah perwujudan Dharma (Kebenaran
itu sendiri) yang abadi, selalu ada di mana saja, digambarkan sebagai hukum-hukum
alam semesta dan proses bekerjanya hukum-hukum ini. Kadang-kadang kita dapat
melihat sekilas realita yang menakjubkan ini ketika kita dalam keadaan damai
dan menyatu dengan segala sesuatu. Tubuh Kesunyataan ini berada dalam semua
benda walaupun tubuh ini melampaui bentuk dan ruang. Tubuh ini digambarkan
sebagai Buddha Mahavairocana (Adi Buddha), Buddha pusat dan universal yang
mengajarkan Kebenaran di sini dan sekarang juga. la bisa satu maupun banyak
dalam waktu yang sama karena la mampu bermanifestasi dalam berbagai bentuk.
Ketidakmampuan kita melihat atau mendengar la disebabkan oleh kebodohan
batin kita.
Buddha
Sakyamuni mengatakan, "Siapa yang melihat Dharma (Kebenaran) melihat
Saya; dan siapa yang melihat Buddha berarti melihat Dharma". Buddha
sudah menyadari Kebenaran dan menjadi sama dengan Kebenaran itu sendiri.
Walaupun ada hanyak Buddha, semua Buddha adalah satu dan sama, tidak mempunyai
perbedaan antara satu dengan lainnya dalam Dharmakaya, dimana adalah satu
Kebenaran.
Dharmakaya
ada bersamaan dengan Samboghakaya dan Nirmanakaya (lihat "Tubuh Cahaya
dan Tubuh Manifestasi Buddha").
Dengan
bulan sebagai perumpamaan dari Buddha, maka Dharmakaya itu seperti cahaya
bulan yang bersinar pada malam hari. Berkas cahaya ini mungkin tidak terlihat
oleh mata karena mereka tidak menyinari ruang kosong yang gelap, tetapi
meliputi seluruhnya.
Tubuh
Cahaya Buddha
Tubuh
Cahaya Buddha (Sambhogakaya) atau Buddha Vairocana adalah cahaya penuh keindahan
yang ada pada tubuh Buddha. Ini adalah aspek yang meliputi kebahagiaan semua
Buddha dalam Kebenaran, kebahagiaan dalam mengajarkan Kebenaran, dan membawa
yang lain merealisasikan Kebenaran. Karena semua Buddha telah praktek tak
terhitung lamanya dan telah memperoleh kesempurnaan Kebijaksanaan dan Belas
Kasih, masing-masing mempunyai Kedamaian, Kegembiraan, dan Kebahagiaan yang
tak terkira, seperti yang dituangkan dalam .Sambhogakaya. Para Buddha biasanya
tidak nampak dalam tubuh ini karena kita tidak dapat "mencema"
akibat keterbatasan pengertian kita. Malahan, para Buddha berwujud Nimnanakaya
(lihat tubuh Manifestasi Buddha).
Dengan
bulan sebagai perumpamaan dari Buddha, maka Sambhogakaya itu seperti bulan
purnama yang tidak terhalang awan, yang bersinar terang dalam cahaya totalnya.
Tubuh
Manifestasi
Buddha
Tubuh Manifestasi Buddha (Nirmanakaya) dalam dunia
kita adalah tubuh manifestasi (penjelmaan) dalam bentuk Buddha Sakyamuni.
Ini merupakan Buddha yang dilukiskan dalam bentuk manusia. Buddha juga dapat
bermanifestasi dalam banyak bentuk yang berbeda pada waktu bersamaan untuk
membabarkan Kebenaran pada lebih banyak makhluk. Setelah mencapai Penerangan
Sempuma, kemampuan seorang Buddha jauh melampaui manusia biasa. Contohnya,
karena Belas Kasih untuk membabarkan Dharma pada semua makhluk, Buddha memilih
untuk tampak dalam sebuah bentuk (bukan sebagai Sambhogakaya - lihat "Tubuh
Cahaya Buddha") agar makhluk yang lainnya dapat berhubungan.
Ketika
Buddha Sakyamuni mencapai Parinirvana, hanya tubuh fisik-Nya saja yang mati.
Intisari dari Penerangan Sempurna-Nya masih tetap ada dalam bentuk Dharmakaya
(lihat "Tubuh Kesunyataan Buddha"). Sekarang ini, sisa-sisa relik
Buddha Sakyamuni diabadikan dalam berbagai stupa di seluruh dunia.
Dengan
bulan sebagai perumpamaan dari Buddha, maka Nirmanakaya adalah refleksi
bulan di danau, bulan dapat direfleksikan berbeda-beda di beberapa danau
pada waktu yang sama.