Apakah Para
Ilmuwan Percaya akan Adanya Kelahiran Kembali?
Thomas
Huxley, yang bertanggung jawab atas masuknya ilmu pengetahuan ke dalam system
sekolah di Inggris pada abad ke-19, dan ilmuan pertama yang membela teori
Darwin, percaya bahwa reinkarnasi adalah hal yang sangat masuk akal. Dalam
bukunya yang terkenal, "Evolution and ethics and other essays",
dia berkata,
Dalam doktrin transmigrasi (kelahiran kembali), apapun alasannya, yang telah
ditemukan oleh kaum Brahmana ataupun Buddha, siap untuk dipakai, merupakan
alat untuk membangun pembuktian yang masuk akal mengenai asal-usul manusia.
Sampai sekarang, pernyataan tentang kebenaran tersebut tidak kalah masuk akalnya
dengan dalil-dalil yang lain; dan tak ada satu pun, kecuali pemikir yang gegabah,
yang akan menolak teorema tersebut karena mustahil. Seperti doktrin evolusi
itu sendiri, doktrin kelahiran kembali memiliki akar dari dunia yang nyata;
hal in dapat dikatakan seperti itu, karena doktrin tersebut pada dasarnya
dapat dibuktikan secara argumentative."
Profesor Julian Huxley, ilmuwan Inggris lainnya, yang pernah menjabat Direktur
Jendral UNESCO percaya bahwa kelahiran kembali sejalan dengan pemikiran ilmiah.
Beliau mengatakan,
"Tidak
ada sesuatupun yang dapat melawan lepasnya roh individu yang masih tetap ada
pada saat kematian, seperti pesan elektromagnetik yang dilepas oleh pemancar
yang bekerja dengan cara tertentu. Tetapi perlu diingat bahwa pesan elektromagnetik
itu menjadi pesan lagi ketika diterima oleh alat baru yang disebut penerima.
Begitu juga dengan "roh" (kesadaran emanasi) kita. Kesadaran itu
tidak dapat merasa ataupun berpikir, sampai kesadaran itu berwujud lagi dengan
cara tertentu. Kepribadian kita sangat tergantung pada tubuh kita, karena
akan tidak masuk akal seseorang dapat menerima ransang tanpa adanya bagian-bagian
tubuh. Saya berpikir ada sesuatu yang dilepaskan pada saat kematian, yang
mirip dengan pesan elektro magnetic yang dipancarkan oleh pemancar, tetapi
pada kasus kematian ini, seperti yang dapat kita lihat, sesuatu itu tidak
lebih dari gangguan dari pola-pola yang berbeda-beda yang mengembara di alam
semesta sampai mereka kembali menjadi kesadaran yang nyata dengan jalan berhubungan
dengan sesuatu yang dapat bekerja seperti pesawat penerima."