Hedonisme Bukan Istilah Baru dalam Buddhisme


Gencarnya budaya serba instan dan modern di era kekinian telah merubah paradigma berpikir masyarakat, khususnya kaum muda yang notabene serba haus dengan hal-hal yang baru. Salah satunya adalah hedonisme yang secara harfiah diartikan sebagai gaya hidup seseorang yang tidak dapat membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan.

"Hedonisme bukan istilah baru di dalam Buddhis, telah ada istilah yang sepadan dengan hedonisme, istilah itu adalah Kamma Tanha," tutur YM Uttamo Thera dalam diskusi Dhamma yang digelar oleh Mitra Utama pada tanggal 3 Desember2005 bertempat di Country Heritage, Surabaya.

Generasi muda lebih mengenal kata hedonisme dibandingkan kamma tanha meski kata kamma tanha telah ada sejak zaman Buddha masih hidup. Ini membuktikan bahwa generasi saat ini lebih mengenal istilah barat dibandingkan istilah lainnya.

"Hedonisme dalam bahasa lain adalah pola hidup orang-orang yang hanya mau memuaskan nafsu indria," lanjut Utammo Thera. Contoh yang paling mudah adalah kepemilikan telepon genggam (HP) sebagai sebuah gaya hidup. Berapa banyak orang yang masih menggunakan HP bermodel lama yang hanya bisa digunakan untuk menelpon dan mengirimkan pesan singkat (sens)? Pada umumnya orang-orang berlomba untuk memiliki HP keluaran terbaru meski kebanyakan dari mereka juga tidak begitu memahami arti dan kegunaannya. Masih banyak contoh-contoh lain yang bisa dikatakan sebagai perilaku yang hedonis, mulai dari komputer, pakaian, kendaraan, makanan bahkan sampai model potongan rambut, dari yang pendek sampai yang berwarna-warni.

"Semua ini terjadi karena manusia tidak bisa mengendalikan dirinya dan memunculkan kemelekatan sehingga membuat manusia akan terlahir berulang-ulang. Selain itu, salah satu efek dari hedonisme adalah penyalahgunaan narkoba. Sebenarnya yang dicari oleh para pengguna narkoba adalah pemuasan nafsu indria melalui pikiran, di mana mereka menggunakannya untuk melepaskan dan melarikan diri dari masalah dan realitas yang terjadi, namun demikian sebenarnya dalam Buddha Dhamma sudah ada media untuk mencapai kebahagiaan melalui pikiran tanpa melepaskan dan melarikan diri dari masalah, media tersebut adalah meditasi," tutur YM Utammo Thera lebih lanjut.

Perbedaan yang mendasar antara gaya hidup dalam Dhamma dengan hedonisme adalah gaya hidup dalam Dhamma tidak memiliki kemelekatan sedangkan dalam hedonisme semua gaya hidup mengandung unsur kemelekatan. Kemelekatan seperti itulah (Kamma Tanha) yang akan membuat seseorang akan lahir kembali. Di sisi lain, ada banyak konsep di masyarakat yang tidak baik, salah satunya adalah lebih baik pakai dasi meski tidak makan nasi. Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua karena meski tidak bisa menunggu apa yang akan terjadi namun kita harus berani menyikapi apapun yang akan terjadi, apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan.


Surabaya:
Sekretariat Yayasan Lumbini
Perkantoran Graha Asri
Jl. Ngagel 179 - 183 Blok K - 22
Telpon (031) 566-6122 | Fax (031) 566-2936
SURABAYA 60246
Trowulan:
Maha Vihara Mojopahit, Trowulan, Mojokerto
Telpon (0321) 495-533 | Fax (0321) 496-075
Email:
yayasan@mahavihara-mojopahit.or.id
vihara@mahavihara-mojopahit.or.id