Apa pendapat
Buddha tentang menabung untuk hari depan?
Harta
karun yang disimpan dalam lubang yang dalam tidak akan memberikan keuntungan
dan mudah hilang. Harta karun sejati dikumpulkan melalui sumbangan, kesalehan,
tidak berlebihan, kendali diri, dan perbuatan baik. Semua trsimpan aman dan
tak akan hilang.
Vinaya Mahavagga
4
Dengan
mendalami kata-kata in secara filosofis, kita akan melihat gaung kata-kata
Yesus dalam injil: harta karun yang sejati adalah cinta, bukan emas. Buddha
pun mengetahui hal ini, dan jauh di dalam lubuk hati, kita pun menyadarinya.
Dari
sudut pandang lain, kita bisa menyatakan bahwa kata-kata ini merupakan persetujuan
untuk cara-cara berusaha yang berdasarkan nilai-nilai. Jelas sekali Buddha
mendukung gagasan untuk mencari keuntungan dengan cara yang benar, dengan
nilai-nilai yang mantap dan perilaku etis. Warren Buffett (seorang milyader
yang memiliki nilai-nilai) dan banyak pimpinan dunia usaha yang berhasil lainnya
akan setuju dengan Sang Buddha.

Badan
usaha yang menimbun semua kekayaannya dengan serakah, cepat atau lambat, akan
berhadapan dengan ketidaksenangan masyarakat, tidak mempunyai kawan dalam
berusaha, dan para karyawan yang merasa diperalat dan direndahkan. Sebaliknya,
badan usaha yang membangun kemitraan dengan badan usaha lain, memperlakukan
karyawannya sebagai kawan berharga dalam dunia usaha, menempatkan dirinya
sebagai anggota masyarakat yang bertanggungjawab, dan berbagai kekayaannya
dengan organisasi yang berkembang dan berkesinambungan. Para pelanggan maupun
karyawan akan setia. "harta karun" itikad baik akan terus ada baik
dalam masa susah maupun senang. Buddha mengerti bahwa badan usaha seperti
ini menyadari bahwa badan usaha seperti ini menyadari bahwa "berbuat
baik" dan "berlaku layak" selalu berjalan beriringan.