Kebahagiaan Duniawi
Kebahagiaan dan
kesenangan adalah dua hal yang berbeda tetapi mempunyai kaitan satu sama lain.
Dalam agama Buddha, istilah kesenangan lebih ditekankan pada pemuasan keinginan
indra jasmani, sedangkan kebahagiaan mempunyai nilai kepuasan yang bersifat
batiniah. Tegasnya kesenangan adalah suatu kegembiraan atau kepuasan yang diperoleh
dari pemuasan keinginan jasmaniah, sedangkan kebahagiaan adalah kegembiraan
yang bersifat batiniah, seperti ketentraman, ketenangan, bebas dari stress dan
lain sebagainya.
Walaupun Sang Buddha
menjelaskan bahwa semua corak kehidupan bersifat tidak kekal, karena itu selalu
diliputi Dukkha, Beliau juga menjelaskan bahwa ada kebahagiaan yang bersifat
duniawi yang dapat dinikmati oleh umat awam.
Menurut kotbah
Sang Buddha dalam Pattakammavagga sutta Sang Buddha memberikan nasehat kepada
Anathapindika mengenai empat kebahagiaan yang dapat dimiliki oleh umat awam.
Dalam kotbah itu Beliau menjelaskan kepada Anathapindika bahwa kebahagiaan yang
dapat dimiliki oleh umat biasa antara lain adalah:
- Atthisukha : Kebahagiaan memiliki harta benda.
- Bhogasukha : Kebahagiaan menikmati kekayaan yang dimiliki.
- Ananasukha : Kebahagiaan karena tidak mempunyai utang.
- Anavajjasukkha : Kebahagiaan karena tidak tercela.